Berikut No KA pada perjalanan KRL Ekonomi yang digantikan dengan KRL Commuter Line.
Rute Bogor - Jakarta PP
809/810 Bogor-Jatinegara 05:18
811/812 Jatinegara-Depok 07:27
833 Depok-Jakarta Kota 09:13
834 Jakarta Kota-Manggarai 10:30
861 Manggarai-Jakarta Kota 16:13
862 Jakarta Kota-Bogor 16:44
879/880 Bogor-Jatinegara 18:59
881/882 Jatinegara-Bogor 21:12
Rute Bekasi - Jakarta PP
893 Bekasi-Jakarta Kota 06:45
894 Jakarta Kota-Bekasi 07:46
897 Bekasi-Jakarta Kota 09:16
898 Jakarta Kota-Bekasi 10:25
899 Bekasi-Jakarta Kota 11:45
900 Jakarta Kota-Bekasi 12:55
901 Bekasi-Jakarta Kota 14:08
902 Jakarta Kota-Bekasi 15:08
905 Bekasi-Jakarta Kota 16:12
906 Jakarta Kota-Bekasi 17:08
909 Bekasi-Jakarta Kota 18:18
910 Jakarta Kota-Bekasi 19:25
SUMBER
Minggu, 10 Juni 2012
Jumat, 25 Mei 2012
Jadi Imam Harus Siap!
Tadi siang, gue sholat jumat di SMAN 6 soalnya gue ikut pelatihan OSN tingkat provinsi tahap dua. Pas khutbah pertama, keadaan masih aman terkendali. Tapi, Pak Khotib yang gue gak tahu namanya khutbahnya cepet banget. Khutbah kedua juga demikian, ditutup dengan do'a yang lumayan panjang.
Apa yang terjadi pas sholat? Pak Khotib salah membaca ayat! Nih bukannya memojokkan beliau karena kesalahannya, apalagi mengganggap gue lebih jago daripada beliau. Di rakaat pertama, beliau membaca surat Al-Fatihah seperti biasa. Setelah itu, beliau membaca surat Asy-Syams. Di ayat keempat yang harusnya berbunyi "wallaili idzaa yaghsyaahaa", beliau membaca "wallaili idzaa yaghsyaa". Jelas ini salah besar. Tadinya, gue inisiatif buat benerin bacaannya biar gak makin salah. Karena bacaan beliau cepet banget, kecepatan gue bersuara pun kalah sama suara Pak Khotib. Akhirnya, Beliau membaca surat Al-Lail sampai habis.
Di rakaat kedua, beliau membaca surat Adh-Dhuha setelah Al-Fatihah. Gue pikir sih bisa lah, cuma sebelas ayat. Pas ayat kesembilan yang harusnya berbunyi "fa ammal yatiima falaa taqhar", beliau membaca "fa ammal yatiima falaa tanhar". Daripada mendengarkan hal-hal yang salah, gue langsung menyanggah bacaan beliau bersamaan dengan jamaah lain. Dan, beliau memperbaiki bacaannya sampai bacaannya selesai.
Dari kejadian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa gak mudah menjadi imam. Kalo imam melakukan kesalahan pas sholat, imam duluan yang kena dosanya dan kena malunya. Daripada kena dosa, mendingan dipersiapkan sebelum sholat mau baca apaan, bukan menghindari tugas sebagai imam. Jadi, kesalahan membaca bisa dihindari.
"Katakan yang benar walaupun itu pahit". - Rasullullah SAW
Apa yang terjadi pas sholat? Pak Khotib salah membaca ayat! Nih bukannya memojokkan beliau karena kesalahannya, apalagi mengganggap gue lebih jago daripada beliau. Di rakaat pertama, beliau membaca surat Al-Fatihah seperti biasa. Setelah itu, beliau membaca surat Asy-Syams. Di ayat keempat yang harusnya berbunyi "wallaili idzaa yaghsyaahaa", beliau membaca "wallaili idzaa yaghsyaa". Jelas ini salah besar. Tadinya, gue inisiatif buat benerin bacaannya biar gak makin salah. Karena bacaan beliau cepet banget, kecepatan gue bersuara pun kalah sama suara Pak Khotib. Akhirnya, Beliau membaca surat Al-Lail sampai habis.
Di rakaat kedua, beliau membaca surat Adh-Dhuha setelah Al-Fatihah. Gue pikir sih bisa lah, cuma sebelas ayat. Pas ayat kesembilan yang harusnya berbunyi "fa ammal yatiima falaa taqhar", beliau membaca "fa ammal yatiima falaa tanhar". Daripada mendengarkan hal-hal yang salah, gue langsung menyanggah bacaan beliau bersamaan dengan jamaah lain. Dan, beliau memperbaiki bacaannya sampai bacaannya selesai.
Dari kejadian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa gak mudah menjadi imam. Kalo imam melakukan kesalahan pas sholat, imam duluan yang kena dosanya dan kena malunya. Daripada kena dosa, mendingan dipersiapkan sebelum sholat mau baca apaan, bukan menghindari tugas sebagai imam. Jadi, kesalahan membaca bisa dihindari.
"Katakan yang benar walaupun itu pahit". - Rasullullah SAW
Jumat, 18 Mei 2012
Selasa, 24 April 2012
Sekilas Bus Kota Jakarta
Berhubung tanggal 24 April adalah hari angkutan Jakarta, gue
mau bahas tentang transportasi umum di Jakarta. Karena transportasi berbasis
rel sering dibahas di sini, gue akan membahas tentang bus kota. Kali ini, gue
akan membahas rute bus Mayasari Bakti P.02, R.507, dan PPD 45.
Dimulai dari P.02 rute Kampung Rambutan – Grogol PP.
Awalnya, bus ini punya tiga rute, yaitu P.6 (Kampung Rambutan – Grogol), P.6A
(Kampung Rambutan – Kalideres), dan P.6B (Kampung Rambutan – Muara Angke).
Tapi, ketiga rute tersebut terpaksa
digusur keberadaannya oleh Trans-Jakarta koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit) pada
akhir tahun 2010. Beberapa bulan kemudian, muncullah rute ini sebagai pengganti
rute yang dihapus oleh Dishub. Bus ini kelihatan ramenya menjelang malam. Kalo
pagi, gue kurang tahu soalnya jarang memantau bus itu. Tak semua bus ini
mengantar penumpangnya ke Kampung Rambutan, ada beberapa bus yang beroperasi
hanya sampai UKI. Rute ini tak hanya ditangani oleh bus ini, ada AC.02 (Kampung
Rambutan – Kalideres) yang tidak kena dampak busway koridor 9 secara langsung.
Bus ini lebih rame daripada P.02 karena waktu tempuhnya lebih cepat
dibandingkan bus tersebut.
Lanjut ke R.507 rute Pulogadung – Tanah Abang PP. Dari
rutenya, bus ini banyak bersinggungan dengan jalur busway koridor 2 (Harmoni –
Pulogadung PP). Di jam-jam sibuk, bus ini sering overload penumpang karena
busnya jarang lewat. Gue juga pernah naik bus ini, dan hasilnya beragam.
Pertama kali naik, gue berdiri di ujung pintu karena penumpangnya melebihi kapasitas
walaupun gue pernah naik sampai Tugu Tani, tempat “Xenia maut” menabrak sembilan
orang hingga tewas. Biasanya, bus ini sudah penuh dari Tanah Abang.
Sepi-sepinya bus itu tetep berdiri. Di daerah Senen, banyak penumpang yang
menunggu bus ini.
Yang terakhir, PPD 45 rute Cililitan – Blok M PP. Bus ini
juga berdampingan dengan busway koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit), tapi bus ini
tidak terkena “gusuran” Dishub karena (mungkin) bus ini lewat Mampang yang
tidak berdampingan dengan jalur busway. Bus ini menggunakan bus impor dari
Jepang, tapi ada armadanya yang menggunakan bus seperti bus Mayasari Bakti/bus
pariwisata. Warna busnya putih berstiker merah. Bus ini hampir setiap hari
penuh penumpang karena melewati banyak perkantoran di daerah Pancoran.
Selamat hari angkutan nasional!
Senin, 16 April 2012
Menjelajah KRL Jalur Barat
Tadi pagi, gue nganterin nyokap ke kantor di daerah Bintaro. Gue berinisiatif pulang naik kereta karena melihat jalan tol arah UKI macet panjang. Sekalian menambah pengalaman naik KRL jalur barat.
Kali ini, gue naik KRL Commuter Line dari stasiun Jurang Mangu. Stasiunnya agak terpencil, yaitu ada di bawah jalan raya. Sama kayak stasiun Rawa Buntu. Stasiun ini menyediakan lapangan parkir agar penumpang
Pas beli karcis, terpampang pengumuman bahwa Commuter Line 07.41 dibatalkan. Karena gue bingung gangguan apa yang terjadi, gue bertanya-tanya sama petugas setempat. Ternyata, gue sama petugas itu sama. Sama-sama bingung apa penyebab gangguan KRL sampai perjalanannya batal. Belum terpecahkan apa gangguannya, gue cek di Twitter. Akhirnya rasa penasaran itu terpecahkan. Gangguan KRL disebabkan oleh .... AC! Masalah yang biasa diderita oleh armada KRL Jabotabek. Keadaan stasiun saat itu sangat penuh karena batalnya KRL tersebut. Di lintas Bogor, kalo KRL ada gangguan, pasti KRL di belakangnya akan menjadi 'korban'. Biasanya, 'korban' yang dimaksud adalah KRL Commuter Line karena KRL Ekonomi sudah tak layak pakai dan doyan mogok. Di lintas Serpong, 'korban' yang dimaksud adalah KRL Ekonomi. Ini sih hanya kebetulan aja karena jadwal setelah KRL Commuter Line yang batal adalah KRL Ekonomi, tapi unik karena jarang terjadi hal seperti ini.
Beberapa saat kemudian, KRL Ekonomi yang sudah overload masuk stasiun Jurang Mangu. Walaupun kereta sudah penuh dan petugas sudah melarang berkali-kali, penumpang tetap memaksakan diri masuk ke dalam kereta. Uniknya, atap KRL Ekonomi bersih dari atapers satupun. Gak seperti KRL Ekonomi Bogor - Jakarta PP. Penuh sedikit, penumpang nekat naik ke atap kereta.
Setengah jam kemudian, KRL Commuter Line tujuan Tanah Abang yang
ditunggu puluhan orang datang. Kondisi di dalam kereta gak jauh beda sama KRL
Ekonomi tadi. Tetap penuh penumpang plus karung berisi puluhan sapu ijuk.
Pegangan yang tersedia di dalam kereta sudah tak diperlukan lagi karena gue
sudah terjepit penumpang lain. Parahnya lagi, AC di dalam kereta mati tanpa
alasan jelas. Perkiraan gue, KRL yang gue naiki adalah KRL yang dibatalkan
karena AC-nya gak berfungsi. Untung saja, AC menyala ketika KRL sampai di
stasiun Kebayoran.
Sampai di stasiun Tanah Abang, tersedia KRL Commuter Line tujuan Depok. Tetapi, KRL itu langsung berangkat menuju Depok. Hal ini sangat disayangkan oleh banyak penumpang karena mereka harus menunggu KRL berikutnya menuju stasiun Sudirman. KRL Feeder pun gak ada yang lewat. Mau gak mau, mereka menunggu lebih lama di peron jalur 3 stasiun Tanah Abang. 20 menit kemudian, KRL Commuter Line tujuan Depok berikutnya masuk jalur 3. Ratusan orang langsung masuk ke dalam rangkaian kereta.
Dari perjalanan di atas, PT. KCJ selaku operator KRL Jabotabek
harus memerhatikan hal-hal sepele seperti AC yang mati. Selain itu, perlunya
KRL cadangan di stasiun Serpong/Parung Panjang agar tak terjadi pembatalan
perjalanan KRL. Hal itu juga membuat penghasilan dari penjualan karcis merosot
karena banyak penumpang menukarkan tiket Commuter Line dengan KRL Ekonomi.
Jual jamu sampai Meruya ...
Sampai bertemu di post berikutnya ...
Senin, 13 Februari 2012
Hanya di KRL Ekonomi! (2)
[Lanjut dari post pertama]
4. Banci/Waria
Banyak orang stress di Jakarta karena susah cari kerja. Tapi, jangan kerjaannya kayak gini ya! Ini segelintir orang yang stress-nya di atas normal. Biasanya mereka pergi/ngamen bareng-bareng di beberapa stasiun/lampu merah. Beberapa dari golongan mereka bertebaran di taman kota di Jakarta. Kadang-kadang banci ini suka ngeselin.
Ceritanya gini nih. Beberapa hari yang lalu gue pulang naik KRL Ekonomi dari Stasiun Sudirman karena gak ada KRL Commuter Line yang lewat. Pas naik ke dalam kereta, ada gerombolan banci gelantungan di pintu walaupun di dalam kereta masih longgar. Saat berhenti di sinyal masuk Stasiun Manggarai, ada kawinan yang mengundang organ tunggal. Nah, organ tunggal itu nyanyi lagu dangdut. Seketika itu juga, gerombolan banci itu langsung joget-joget sambil ngikutin irama lagu. Di deket pintu ada juga tiga bapak-bapak yang ngeliatin dengan ekspresi kesal karena dianggap mengganggu pemandangan. Saat kereta berjalan, bapak-bapak ini agak jahil. Mereka (hampir) mendorong salah satu banci yang masih nangkring di pintu. Dari mulut Si Banci itu keluar kata-kata "kebun binatang" dan kawan-kawan.

Beberapa dari banci itu turun di Stasiun Cawang karena takut didorong dan mengancam nyawanya, hahaha
5. Anak-anak Terlantar
Sebetulnya anak-anak ini gak terlantar, tapi mereka suka jalan-jalan di KRL Ekonomi bahkan naik ke atap KRL/bergelantungan di pintu layaknya orang utan di Ragunan. Pernah jatuh kah mereka? Tentu saja pernah. Di dekat Stasiun Cawang pernah dua orang anak-anak jatuh dari pintu KRL karena gak bisa jaga keseimbangan. Beberapa hari yang lalu, ada satu orang anak tewas karena terbentur tiang listrik dan jatuh dari atap KRL Ekonomi Jakarta Kota - Bekasi.
Ada link video nih, tapi belom di-download hehehe.
http://www.youtube.com/watch?v=xrg-cxGhKhw
Tunggu edisi ketiga dari artikel ini yaaaaa~
4. Banci/Waria
Banyak orang stress di Jakarta karena susah cari kerja. Tapi, jangan kerjaannya kayak gini ya! Ini segelintir orang yang stress-nya di atas normal. Biasanya mereka pergi/ngamen bareng-bareng di beberapa stasiun/lampu merah. Beberapa dari golongan mereka bertebaran di taman kota di Jakarta. Kadang-kadang banci ini suka ngeselin.
Ceritanya gini nih. Beberapa hari yang lalu gue pulang naik KRL Ekonomi dari Stasiun Sudirman karena gak ada KRL Commuter Line yang lewat. Pas naik ke dalam kereta, ada gerombolan banci gelantungan di pintu walaupun di dalam kereta masih longgar. Saat berhenti di sinyal masuk Stasiun Manggarai, ada kawinan yang mengundang organ tunggal. Nah, organ tunggal itu nyanyi lagu dangdut. Seketika itu juga, gerombolan banci itu langsung joget-joget sambil ngikutin irama lagu. Di deket pintu ada juga tiga bapak-bapak yang ngeliatin dengan ekspresi kesal karena dianggap mengganggu pemandangan. Saat kereta berjalan, bapak-bapak ini agak jahil. Mereka (hampir) mendorong salah satu banci yang masih nangkring di pintu. Dari mulut Si Banci itu keluar kata-kata "kebun binatang" dan kawan-kawan.

Beberapa dari banci itu turun di Stasiun Cawang karena takut didorong dan mengancam nyawanya, hahaha
5. Anak-anak Terlantar
Sebetulnya anak-anak ini gak terlantar, tapi mereka suka jalan-jalan di KRL Ekonomi bahkan naik ke atap KRL/bergelantungan di pintu layaknya orang utan di Ragunan. Pernah jatuh kah mereka? Tentu saja pernah. Di dekat Stasiun Cawang pernah dua orang anak-anak jatuh dari pintu KRL karena gak bisa jaga keseimbangan. Beberapa hari yang lalu, ada satu orang anak tewas karena terbentur tiang listrik dan jatuh dari atap KRL Ekonomi Jakarta Kota - Bekasi.
Ada link video nih, tapi belom di-download hehehe.
http://www.youtube.com/watch?v=xrg-cxGhKhw
Tunggu edisi ketiga dari artikel ini yaaaaa~
Minggu, 05 Februari 2012
Hanya di KRL Ekonomi! (1)
Inilah post pertama di tahun 2012! Gak cuma itu, post ini bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Beberapa hari yang lalu, beredar kabar penghapusan KRL Ekonomi mulai April 2012 karena usia KRL Ekonomi sudah lebih dari 30 tahun. Pernyataan itu jelas mengundang protes dari para pengguna dan beberapa komunitas termasuk gue. Bayangin aja nih, Jakarta - Bogor cuma dua ribu rupiah, dan Jakarta - Depok cuma seribu lima ratus rupiah! Tarif tersebut adalah tarif termurah dan gak ada yang bisa ngalahin KRL Ekonomi.
Balik lagi ke judul. Inilah beberapa hal yang hanya ditemukan di KRL Ekonomi:
1. Pedagang asongan
Tepatnya pasar berjalan. Mungkin hal ini hanya ada di Indonesia dan negara berkembang lainnya, contohnya India. Kalo kita lihat KRL di Jepang/MRT di Singapura, gak mungkin ada pedagang asongan kayak begitu. Kalopun ada, biasanya sudah tertata rapih di peron stasiun/ruang tunggunya. Dagangannya pun beragam, mulai dari aksesoris cewek, mainan, minuman, jajanan pasar, rokok, tahu sumedang, sampe jeruk pun ada.

2. Pengamen
Biasanya beredar di beberapa stasiun pemberangkatan dan ada yang ikut perjalanan KRL untuk menghibur penumpang. Para pengamen ini ada yang membuat grup/solo ketika mengamen. Keseluruhan dari penampilannya bisa dibilang enak dilihat & didengar.

sumber: http://misterrofi.blogspot.com/2010/11/mengais-rejeki-dalam-kereta.html
3. Atapers
Inilah hal yang paling unik (dan membahayakan). Biasanya atapers muncul saat perjalanan KRL di jam pulang kerja/pergi kerja. Atapers gak cuma di Indonesia, bahkan di India dan Bangladesh atapers-nya lebih nekat daripada di Indonesia. Di jam-jam tertentu saat KRL Ekonomi dibatalkan, KRL Commuter Line akan "berevolusi" menjadi KRL Ekonomi karena kekesalan penumpang terhadap pembatalan dadakan.

Beberapa hari yang lalu, beredar kabar penghapusan KRL Ekonomi mulai April 2012 karena usia KRL Ekonomi sudah lebih dari 30 tahun. Pernyataan itu jelas mengundang protes dari para pengguna dan beberapa komunitas termasuk gue. Bayangin aja nih, Jakarta - Bogor cuma dua ribu rupiah, dan Jakarta - Depok cuma seribu lima ratus rupiah! Tarif tersebut adalah tarif termurah dan gak ada yang bisa ngalahin KRL Ekonomi.
Balik lagi ke judul. Inilah beberapa hal yang hanya ditemukan di KRL Ekonomi:
1. Pedagang asongan
Tepatnya pasar berjalan. Mungkin hal ini hanya ada di Indonesia dan negara berkembang lainnya, contohnya India. Kalo kita lihat KRL di Jepang/MRT di Singapura, gak mungkin ada pedagang asongan kayak begitu. Kalopun ada, biasanya sudah tertata rapih di peron stasiun/ruang tunggunya. Dagangannya pun beragam, mulai dari aksesoris cewek, mainan, minuman, jajanan pasar, rokok, tahu sumedang, sampe jeruk pun ada.

2. Pengamen
Biasanya beredar di beberapa stasiun pemberangkatan dan ada yang ikut perjalanan KRL untuk menghibur penumpang. Para pengamen ini ada yang membuat grup/solo ketika mengamen. Keseluruhan dari penampilannya bisa dibilang enak dilihat & didengar.

sumber: http://misterrofi.blogspot.com/2010/11/mengais-rejeki-dalam-kereta.html
3. Atapers
Inilah hal yang paling unik (dan membahayakan). Biasanya atapers muncul saat perjalanan KRL di jam pulang kerja/pergi kerja. Atapers gak cuma di Indonesia, bahkan di India dan Bangladesh atapers-nya lebih nekat daripada di Indonesia. Di jam-jam tertentu saat KRL Ekonomi dibatalkan, KRL Commuter Line akan "berevolusi" menjadi KRL Ekonomi karena kekesalan penumpang terhadap pembatalan dadakan.

Langganan:
Postingan (Atom)
